Sang Jenderal Murah Senyum Itu Telah Pergi

Pakdhe Cholik | Raja Kontes

Jumat, 14 Mei 2021. Sebuah pesan dari Nchie Hanie pada pukul 08:34 tidak terbaca langsung. Wajar saja, suasana lebaran hari kedua masih terasa. Ya suasana harunya karena bisa bermaafan dengan para tetangga, suasana bahagianya karena bisa berkumpul dengan keluarga meski dalam ruang lingkup keluarga kecil, dan termasuk suasana capeknya yang akibatnya jadi sering ngantuk.

Baru kemudian pada pukul 10:25 pesan penting tersebut terbaca. "Te Nchiee... Pakde meninggal dunia, Te. Aku sebagai wakil keluarga minta maaf sebesar besarnya." Sosok itu bengong. Tak terasa hati ini jadi panas. Serba salah. Padahal hari Selasa sebelumnya (11/5) dia mengirimkan pesan ke WAG Blogger BDG, "Ya Allah ... Pakdhe Cholik stroke kedua," setelah membaca status Pakdhe (yang ditulis anaknya) di FB.

Seperti ada yang hilang. Sosok sahabat sekaligus pakdhe yang tidak hanya baginya, tetapi bagi para blogger di seluruh Indonesia yang mengenal beliau. Segera saja doa-doa kebaikan diucapkannya perlahan. Pakdhe Cholik alias Guslik Galaxy alias Brigjend. (purn.) Abdul Cholik wafat pada hari Jumat, 14 Mei 2021, pukul 08:00. Sosok murah senyum yang baru mulai menjadi seorang blogger pada usia 59 tahun.

Abdul Cholik | Guslik Galaxy

 

Mengenal Pakdhe Cholik

Pakdhe Cholik dilahirkan di Jombang pada 1950, adalah seorang purnawirawan TNI yang begitu mencintainya emaknya. Sayang banget sama emaknya. Namun entah apa yang melatarbelakanginya hingga beliau memutuskan untuk menjadi blogger pada tahun 2009. Gak tanggung-tanggung, ada lebih dari 20 blog yang diurusnya, dengan blog utama bernama BlogCamp.

BlogCamp atau Blog Campursari begitu dikenal dengan header berwarna merah menyala dengan tagline “NgeBlog sing Enak tapi nggak sak Enake”. Dikenal karena sering mengadakan kontes setiap bulannya dengan hadiah berupa tali asih buku. Beliau pun begitu konsisten meng-update blognya setiap hari hingga dalam waktu 3 tahun sudah menerbitkan sekira 1700 artikel dengan bahasa sederhana dan renyah.

Pakdhe Cholik adalah seorang Raja Kontes, dan sosok itu mengenal-mengenangnya di tulisan Remember The Times. Bisa mengenal Pakdhe Cholik adalah hal yang luar biasa dan istimewa. Dia memang tidak ingat kapan pertama kali mengenal beliau tetapi dia ingat betul berapa kali bisa bertemu langsung dengannya. Senyum berkumisnya begitu khas.

Pertama kali bertemu dengan beliau adalah di Bandung Super Mal (BSM) pada 24 September 2011 bersama Nchie, Bibi Erry, dan Asop. Lalu pertemuan kedua di Floating Market Lembang (FML) pada 31 Maret 2013 bersama beberapa Blogger BDG. Hingga akhirnya pertemuan ketiga terjadi pada acara Blogger Nusantara di Jogja, 30 November 2013. All that moment was really beautifull.

Beberapa kontes yang diadakan beliau dan sosok itu bisa mengikutinya adalah Bukan Blogger Semusim, Kontes Blog Anak-Anak, dan Pagelaran Kecubung 3 Warna. Alhamdulillah kontes yang diikutinya dihadiahi juara dan buku-buku langsung meluncur ke Bandung. Pagelaran Kecubung 3 Warna yang unik berupa fiksi bersambung bersama Husfani A. Putri dan Marsita Ariani bahkan diganjar Juara III.

Brigjend. Abdul Cholik | Pakdhe Cholik

 

Mengenal Tulisan Pakdhe Cholik

Pakdhe sangat rajin menulis, bahkan untuk hal-hal yang sepele atau yang baru dialaminya. Misalnya saja saat dirinya ditipu oleh hacker yang menyamar menjadi kawan bloggernya. Kisahnya langsung ditulis agar menjadi perhatian bagi para pembaca. Atau kisah tentang emaknya yang memiliki fashion berpakaian kebaya dan kain jarit sejak bangun pagi hingga berangkat tidur.

Termasuk kisah perjalanannya bersama sang istri naik kereta dari Bandung ke Surabaya. Pada artikel blog berjudul 'Keretaku bukan Keretamu', Pakdhe Cholik bercerita tentang pria bule yang berteriak membangunkan penumpang lain yang dianggapnya salah duduk. Setelah diteliti oleh penumpang lainnya, ternyata pria bule itu salah naik kereta.

"Ini bukan keretamu. Keretamu belum tiba di sini." Pria bule malah bertolak pinggang. "Tidak bisa. Sekarang jam dua, karcis saya ini jam dua. Kereta di Eropa selalu tepat!" Penumpang yang memeriksa karcis merasa kesal, "Tapi ini bukan kereta Eropa. Ini di Indonesia ... jadi ya kereta Indonesia." Seru sekali. Lain waktu Pakdhe Cholik pernah memberikan wejangan bagaimana cara naik sepeda yang baik.

Cerita itu dibuat berdasarkan pengalamannya sendiri waktu kecil dahulu. Pokoknya ada 'The Do' dan 'The Dont'-nya. 'The Do'-nya adalah cek kondisi sepeda sebelum mulai belajar. Eh, 'The Dont'-nya malah jangan bercakap-cakap saat menggenjot sepeda, jangan menangis atau mogok latihan jika jatuh, dan sepeda bukan manusia jadi jangan dimarahi jika rantainya lepas, ban gembos, atau remnya blong. Salahkan dirimu sendiri, katanya.

Jenderal Murah Senyum | Sang Jenderal | Abdul Cholik

 

Blog Menurut Pakdhe Cholik

Pada tulisannya di Kompasiana, beliau mengatakan, "Citra sebuah blog akan berdampak kepada pemilik atau pengelolanya. Oleh karena itu tujuan pembangunan blog harus ditetapkan dengan cermat. Tujuan pembangunan blog sebaiknya adalah untuk ibadah. Dengan tujuan ini maka blog yang kita bangun akan barokah (dan tentu saja) mendapat ridha dari Allah."

Otomatis katanya, blogger akan tergiring untuk menulis artikel yang menarik dan bermanfaat. Jangan sampai membuat blog itu dengan tujuan untuk menyebarkan fitnah, kebencian, permusuhan, dan merangsang pembacanya untuk berbuat negatif. Ingat lho kalau blog itu akan dibaca oleh orang banyak, termasuk keluarga kita sendiri. Malu atuh kalau ketahuan jeleknya.

Nah, pembangunan blog dengan tujuan untuk ibadah tentu topiknya bisa diperluas lagi dengan tujuan-tujuan seperti berbagi informasi, ilmu pengetahuan, atau pengalaman; mendulang uang (blog monetize); menyalurkan minat, bakat, dan hobi (menulis cerpen, puisi, dll); berbagi keterampilan; dan tentu saja memang untuk berdakwah.

Luar biasa ya. Begitu banyak ilmu kebaikan yang ditularkan kepada para blogger di seluruh Indonesia. Hanya sayang sekali blog-blognya dan ribuan artikel yang telah ditulisnya sudah raib. Sebagian besarnya telah dipindahkan ke lebih dari 25 buku yang sudah diterbitkannya. Di FB, kita bakal kangen dengan sapaannya setiap hari.

Pakdhe Cholik | Abdul Cholik

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi para sanak famili dan sahabat yang baik hati. Semoga kita selalu sehat, sejahtera, dan bahagia bersama keluarga tercinta serta semakin salih/salihah. Semoga pula segala aktivitas kita hari ini barokah. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin. Salam rukun agawe santoso. Salam hangat dari Jombang.

Atau bagi para blogger, bakal kangen dengan sapaan khasnya, "Saya telah membaca dengan seksama artikel sahabat. Akan segera didaftar. Terima kasih atas partisipasi sahabat. Salam hangat dari Surabaya." Kini, sang Jenderal Murah Senyum itu telah pergi. Innalillaaahi wa inna-ilaihi raaa-ji'uuun. Allahummaghfirlahuuu warhamhuuu wa'afihi wa-fu'anhuuu. Selamat jalan, Pakdhe.[]

Post a Comment

11 Comments

  1. Innalillahi Wainnailaihi Roji'un. Meskipun sama sekali belum pernah bertemu wajah namun nama Pakde Cholik sudah cukup terkenal di seantero negeri. Semoga semua ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan akan menjadi ladang amal jariyah bagi Beliau. Amin... Al Fatihaah...

    ReplyDelete
  2. Innalillahi Wainnailaihi Roji'un Allahuma Firlahu

    ReplyDelete
  3. Innalillaahi wainnailaihi rojiuun. T.T
    Kaget sekali baca kabar ini, Bang Aswi.
    Semoga Pakdhe Cholik mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khotimah. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gara-gara Kontes Kecubung Tiga Warna yang digelar Pakdhe. Saya akhirnya kenal akrab dengan sosok itu dan dulur-dulur bloger Bandung,

      Delete
    2. Alhamdulillah ya, Kang, banyak silaturahim yang terjadi karena beliau ^_^

      Delete
  5. Pakdhe rajin mengucapkan selamat ulang tahun, takkan ada lagi sapaan khasnya.
    Tak pernah sekalipun ketemu tapi pakdhe bisa memotivasi dari jauh.

    ReplyDelete
  6. Pertama ngeblog diajak temen ikut GAnya pakdhe yang nulis ttng kasih ibu...naskah GA dr banyak blogger kemudian dijadikan buku Hati Seluas Samudera.

    ReplyDelete