Ramadhan Masa Kecil: Shalat Tarawih

Ramadhan Masa Kecil | One DOA | Shalat Tarawih

Aswi kecil selalu suka dengan semua kegiatan Ramadhan yang disiapkan oleh pengurus Masjid Nurul Falah di Komplek PLTU Tanjung Priok. Mereka memiliki banyak sekali aktivitas dan pastinya selalu melibatkan anak-anak. Setelah shalat Subuh, biasanya ada ceramah dari para ustadz ternama komplek. Ustadz favoritnya adalah Ust. Lomri Baedjuri yang gemar mendongeng para nabi atau para sahabat dengan cara lucu.

Lalu ada Ust. H. Syahlani yang bahasannya berat tetapi terasa ringan saat disampaikan. Sedangkan sisanya ada Ust. Tarmidzi dan Ust. Hasan Basri. Oya, mereka berempat itu juga bekerja di PLTU Tg. Priok dan anak-anak mereka juga adalah teman sepermainannya. Ada yang sepantaran karena merupakan teman sekolah, dan alhamdulillah akrab hingga sekarang.

Siang atau Ashar suka ada kajian kalau ada ustadz tamu yang menginap di masjid. Menjelang maghrib adalah momen teristimewa karena bisa melihat makanan melimpah yang jauh lebih banyak daripada kalau berbuka di rumah. Pada saat Shalat Tarawih, jamaahnya membludak hingga keluar masjid. Aswi kecil senang shalat di luar masjid dengan hanya beralaskan rumput saja. Alasannya sederhana, agar bisa main kalau lagi ceramah.

Oya, Masjid Nurul Falah terletak di Jl. Generator. Lokasi tepatnya setelah Wisma di ujung Jl. Turbin dan setelah TK Putra Pantai. Tiga bangungan Wisma, TK, dan Masjid berada tepat di pinggir laut yang tidak ada pantainya. Masjid Nurul Falah memiliki satu bangunan utama berbentuk kotak, sebelah kanannya ada ruang yang biasa dipakai untuk belajar ngaji dan perpustakaan kecil.

Sebelah kirinya teras dan halaman yang sudah ditutup kanopi. Bagian belakang untuk jamaah perempuan dan tempat buka bersama. Lalu ada tempat parkir yang juga sudah diberi kanopi, tempat wudhu, dan juga bangunan terpisah yang dipergunakan untuk madrasah. Oya, Aswi kecil bersekolah di dua tempat, di SDN 01 Pagi dan SMPN 116, juga di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.

Di belakang madrasah ada lapangan tenis yang sudah masuk ke wilayah PLTU Tanjung Priok. Ini area yang tidak boleh dimasuki oleh warga umum, kecuali bapak/ibu yang memang bekerja di sana. Tapi namanya anak-anak, ya pernah juga mengendap-endap masuk ke kantor PLTU hanya untuk memetik buah seri/kersen yang memang banyak tumbuh atau sebagai jalan singkat untuk menuju ke batu pemecah lautan (mancing atau berenang).

Kalau lagi ceramah Tarawih, dia suka bermain dengan anak-anak lain. Permainan yang paling diingatnya adalah lempar sarung. Caranya, empat anak memegang masing-masing ujung sarung. Aswi kecil akan naik ke atas sarung. Sarung kemudian dinaikkan dan diturunkan untuk mendapatkan kelembaman yang pas, dan pada hitungan tertentu, dia dilemparkan ke atas. Sekali berhasil dan sekali gagal ditangkap.[]

#OneDOA #HariKe4 #BloggerBDGxRamadhan #KOMBESmenulis

Post a Comment

0 Comments