Laptop Kuat dengan Layanan Terbaik

Laptop ASUS

Kamis, 22 Oktober 2026, langit Bandung alhamdulillah lumayan cerah setelah sebelumnya hujan setiap sore. Sosok itu segera bergegas shalat di mushola basement yang juga menjadi tempat parkir motor. Setelahnya dia naik lift ke lobby hotel, menyapa beberapa kawan, mengisi registrasi, lalu masuk ke Ballroom 1 dengan tas selempang dan laptop tua yang sudah tiga kali jatuh dari meja.

"Bang, ente masih bawa laptop yang kemarin jatuh itu?" tanya Mawar, teman sesama Blogger Bandung, sambil nyeruput kopi. Sosok itu mengangguk, "Masih nyala, kok. Cuma layarnya agak goyang." Mawar tersenyum lalu bertanya lagi, "Laptop ASUS, kan?" Sosok itu menaikkan sudut bibirnya, "Ya, model lama." Dia pun menuangkan air dari botol ke gelas dan meneguk isinya sedikit. "Mari kita lihat kehebatan laptop ASUS kali ini," bisiknya.

Acara dibuka oleh Davina Larissa (Country Marketing Manager ASUS Indonesia). Ia cerita kalau ASUS sekarang nomor satu di Indonesia. Brama Setyadi (Head of Public Relation & Digital ASUS Indonesia), melanjutkan, "Jumlah konsumen ASUS terbagi menjadi 36 persennya consumer notebook dan 37 persennya consumer gaming." Keren. ASUS selalu memiliki bold ideas, breakthrough technology, dan meaningful innovation.

Puncaknya, Adrian Pradipta (Technical Public Relation ASUS Indonesia), bilang bahwa laptop-laptop ASUS sudah lolos uji militer MIL-STD 810H dengan cara diguncang, dibekukan, dipanaskan, sampai ditekan. Dan ada satu kata yang membuat sosok itu terdiam. Garansi. "Anda gak salah dengar. ASUS memang memberikan garansi internasional sampai 3 tahun," tegas Adrian. Tanpa sadar, sosok itu meraba laptop lamanya.

"Serius tiga tahun?" bisik Mawar. Sosok itu diam.

ASUS VIP Perfect Warranty

Garansi ASUS ProArt, ASUS Zenbook, ASUS Vivobook S series, dan ASUS Vivobook Flip naik kelas menjadi hingga 3 Tahun Garansi Internasional dan 3 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP), dari yang sebelumnya hanya 1 Tahun ADP (Accidental Damage Protection). ASUS Vivobook classic pun turut mendapat peningkatan menjadi hingga 2 Tahun Garansi Internasional dan 2 Tahun ASUS VIP Perfect Warranty (ADP).

Sebagai laptop berkualitas tangguh, misalnya saja ASUS Zenbook telah menggunakan material Ceraluminum™ yang membuatnya menjadi salah satu laptop tertipis dan teringan di kelasnya, ASUS juga tetap mementingkan ketenangan hati penggunanya dengan menyediakan perlindungan purnajual yang lebih luas. Bahkan aksesoris seperti keyboard dan mouse mendapatkan garansi penggantian 100 persen selama setahun, kecuali tas punggung.

"Kenapa tas punggung nggak dapat garansi?" tanyanya ke Mawar. Bisikan yang terdengar agak kencang. "Ya kali tas ente mau diklaim gara-gara resleting rusak," jawabnya sambil ngakak, lalu cepat-cepat ditutup dengan kedua tangannya.

Peningkatan garansi ini berjalan seiring dengan perluasan jaringan layanan ASUS yang kini mencakup 141 titik layanan resmi di seluruh Indonesia dan cakupan internasional di lebih dari 90 negara. Selain itu, ada layanan ASUS Premium Service bagi pengguna ASUS Zenbook, ASUS ProArt dan ROG, yaitu berupa Fastlane, Free Round-Trip Shipping, dan Laptop Spa. Fastlane adalah fasilitas untuk memastikan setiap kunjungan servis berlangsung cepat dan nyaman. Free Round-Trip Shipping adalah layanan untuk jemput dan antar laptop.

"Laptop Spa? Kayak di salon?" tanya sosok itu pada Mawar. "Iya, dibersihin, ganti pasta thermal," kata Mawar. "Aing oge jarang ke salon, boro-boro laptop." Keduanya tertawa kecil. Laptop Spa adalah perawatan laptop berkala untuk membersihkan debu dan kotoran hingga pergantian pasta thermal (cairan kental pada bagian dalam laptop yang memiliki peran cukup penting pada laptop biar nggak overheat) jika diperlukan. Semuanya gratis.

Pick Your Vibe

Pick Your Vibe

Intermezzo saja, bahwa ASUS itu tidak melulu berurusan dengan uji berstandar militer saja. Selain tangguh, ASUS juga paham loh bahwa terkadang pengguna tuh bingung harus memilih antara laptop yang bertenaga atau laptop yang stylish. Dengan Pick Your Vibe, pengguna bisa tetap memiliki perangkat yang sesuai dengan gayanya namun tetap mampu dipakai untuk produktivitas harian.

ASUS Marshmallow

Nah, di sinilah ASUS Vivobook hadir dalam pilihan warna yang lebih personal, mulai dari jenis laptop AI ASUS Vivobook 14 hingga ASUS Vivobook Go 14 sebagai laptop pelajar terbaik. Masing-masing tersedia dalam 3 varian warna yang mencerminkan karakter penggunanya. Begitu pula dengan lini aksesoris seperti ASUS Marshmallow Keyboard (KW100) dan ASUS Marshmallow Mouse (MD100) yang hadir dengan koneksi nirkabel dengan tombol yang silent.

Kedua aksesoris tersebut memiliki warna pastel menggemaskan, yaitu Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green. Warna-warna tersebut tentu bisa dipadukan dengan warna ASUS Vivobook pilihan pengguna. Sedangkan bagi mereka yang membutuhkan kenyamanan ekstra untuk aktivitas jangka panjang, ASUS SmartO Mouse (MD200) hadir dengan desain ergonomis dilengkapi sandaran ibu jari dan sensor presisi tinggi. Tentu saja sangat cocok untuk menemani pekerjaan, tugas kuliah, maupun proyek kreatif.

Ekosistem Laptop AI Terlengkap

Ekosistem Laptop AI Terlengkap

Di era serba AI ini, laptop ASUS juga membawa jajaran AI terlengkap di kelasnya. ASUS Zenbook dan Vivobook S series dibekali Neural Processing Unit (NPU) dengan performa hingga 50+ TOPS. Bahkan mencapai 80 TOPS pada varian tertinggi, jauh melampaui standar minimum Copilot+ PC yang ditetapkan Microsoft.

Mawar langsung menoleh ke Bang Aswi. “Dengar tuh, Bang." Sosok itu mengangguk pelan. “Iya, artinya prosesor bisa berbagi tugas dengan NPU. Baterai lebih efisien, dan performa prosesor bisa fokus menangani beban kerja yang lebih berat. Ini penting buat yang sering kerja mobile kayak kita.”

Laptop AI Terlengkap

Adrian melanjutkan tentang tombol Copilot khusus pada keyboard yang mempermudah akses ke asisten AI kapan pun dibutuhkan. Mawar mencatat cepat. “Ada juga ASUS Virtual Assistant Omni, aplikasi AI chatbot eksklusif yang bisa beroperasi sepenuhnya offline. Jadi privasi data tetap terjaga, dan performa tetap responsif meski tanpa koneksi internet,” lanjutnya. “Nah, aing resep yeuh,” celetuk Sosok itu. “Kadang kita kan kerja di tempat yang sinyalnya jelek. Kalau AI-nya bisa jalan offline, itu penyelamat.”

Adrian kemudian memperkenalkan ASUS Zenni Claw, platform AI Agent yang membawa pengalaman AI jauh lebih dari sekadar chatbot konvensional. “Zenni Claw mampu memahami tujuan pengguna, menyusun langkah kerja, hingga menyelesaikan tugas multi-tahap secara mandiri lewat ASUS Skills yang siap pakai. Menyusun draf presentasi, itinerary perjalanan, hingga ringkasan berita harian menjadi semakin mudah,” paparnya.

Mawar menoleh lagi. “Bang, kalau ini beneran bisa nyusun itinerary sendiri, kita nggak perlu begadang lagi tiap mau dinas luar kota.” Sosok itu tertawa kecil, “Asal jangan sampai AI-nya juga yang nentuin kita mau makan di mana. Nanti selera kita diambil alih.”

ASUS ProArt P14 dan P16 dengan RTX Spark

ASUS ProArt P14 dan P16 dengan RTX Spark

“Super ringan, bobot 1,4 kg pada ASUS ProArt P14 dan 1,7 kg pada ASUS ProArt P16. Keduanya hadir dengan layar sentuh berteknologi ASUS Lumina Pro OLED yang memberikan detail warna sebenarnya, serta akurasi warna yang tinggi untuk mendukung proses kreatif para kreator profesional,” ujar Adrian. Mawar bersandar ke kursi. “Ini yang ente tunggu-tunggu, Bang. Layar OLED dengan akurasi warna tinggi. Cocok buat kerja desain dan editing.”

Adrian menjelaskan bahwa laptop kreator ini ditenagai NVIDIA RTX Spark™ yang menggabungkan GPU 6144-core dan CPU 20-core dalam satu pool Unified Memory, yaitu 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16. “Dengan begitu, model AI generatif dan workflow Agentic AI dapat berjalan langsung di laptop, termasuk ketika offline,” tambahnya. Pada sesi demo, ASUS memperlihatkan bagaimana Hermes Agent bekerja membaca isi folder proposal, merangkum proposal, lalu memberi rekomendasi kelayakan investasi dalam bentuk file baru.

NVIDIA RTX Spark

Mawar menganga sedikit. “Bang, lihat itu. Dia baca folder, rangkum, lalu kasih rekomendasi. Itu pekerjaan yang biasanya makan waktu berjam-jam.” Sosok itu mengangguk, “Iya, tapi ingat kata Adrian, Hermes Agent dan model AI yang dipakai belum otomatis terpasang. Pengguna bisa mengunduh dan mengaturnya sendiri sesuai kebutuhan.”

Untuk kreator video, DaVinci Resolve Studio memanfaatkan 6.144 CUDA Core dan Unified Memory yang supercepat untuk membantu mengakselerasi workload hingga 8K. Di sesi demo, laptop ini bahkan mampu melakukan render video dengan kecepatan 1:1. Mawar langsung mencatat poin itu dengan tanda seru. “Gila sih, Bang. Biasanya kita nunggu render sambil ngopi dulu.” Sosok itu tersenyum. “Tapi tetap, War. Teknologi secanggih apa pun, kalau kita nggak paham alur kerjanya, ya nggak ada gunanya. AI itu alat, bukan dukun.”

Setelah sesi materi, para peserta yang rata-rata adalah Blogger Bandung, influencer, dan awak media teknologi, diajak ke booth durability test. Ada laptop yang disiapkan buat dijatuhin. Sosok itu langsung maju dan mengangkat laptopnya, dan ... bruk! "Hidup nggak?" tanya panitia. Layarnya nyala. Dia langsung ngangkat tangan kayak habis menang lomba. Mawar cekikikan di belakang. "Gue juga mau coba!" katanya. Dia jatuhin juga. Nyala.

Terus ada pressure test. Sosok itu disuruh nginjak laptopnya sambil bawa barbel. Dia nginjak pelan-pelan, sambil mikir: kalau ini laptopnya, bakal udah mati dari tadi. "Alhamdulillah nyala," katanya. "Ini benar-benar laptop tangguh!" Sebelum pulang, Lenny Lin (Country Manager ASUS Indonesia), bilang sesuatu yang bikin dia mikir. "Kepercayaan konsumen Indonesia terhadap ASUS selama lebih dari satu dekade terakhir mendorong kami untuk terus memperkuat standar kualitas dan layanan purna jual."

Di perjalanan pulang, Mawar bertanya, "Lo jadi mau beli laptop baru?" Sosok itu menoleh, lalu memegang laptop tua yang berada di tas selempangnya. Masih nyala. Masih bisa dipakai. Tapi ... "Kalau ada laptop yang garansinya tiga tahun dan bisa gue injak, kenapa nggak?" jawabnya. Mawar tertawa. "Nah, itu baru namanya laptop kuat." Sosok itu mengangguk, “Tapi tunggu sampai budget-nya ada, War. Harganya lumayan, kudu qerja bagai quda dulu hehehe." Mereka berdua tertawa bersama.

Blogger Bandung

Tapi setidaknya mereka berdua tahu, laptop AI bukan cuma soal tren. Ada NPU yang bikin baterai lebih efisien, ada AI agent yang bisa bantu kerja multi-tahap, dan ada ProArt yang memang dirancang untuk kreator. Membeli laptop itu seperti investasi, jangka panjang. Teliti terlebih dahulu sebelum membeli. Jangan cuma tergoda istilah AI, tapi pahami juga kebutuhannya. Fitur-fitur canggih itu belum semuanya terpasang otomatis, harus diatur sendiri sesuai kebutuhan.

Post a Comment

0 Comments